Relationships Menurut Riset Ilmiah

Kalau ada yang bertanya jika Anda ingin berinvestasi untuk “kehidupan yang baik,” di mana Anda harus meletakkan waktu dan energi Anda, apa
jawaban Anda?

Semua orang tentu ingin bahagia, sehat, dan berumur panjang. Sebelum bab ini, sudah dibahas dan dianjurkan untuk melakukan meditasi dan bersyukur agar anda lebih sehat dan juga bahagia.

Melakukan meditasi secara teratur dan bersyukur setiap hari membuat perubahan yang positif di otak kita. Kita menjadi lebih fokus, lebih cerdas, lebih kreatif, lebih cenderung untuk melakukan kebajikan, dan immune system kita juga menjadi lebih baik. Selain meditasi, ada beberapa tips lain dari neuroscience yang juga bisa membawa perubahan-perubahan positif yang tadi saya sebutkan. Apa yang akan saya jelaskan di bawah ini adalah salah satu yang cukup penting dan sudah melalui penelitian panjang sepanjang 3 generasi.

Ada sebuah penelitian yang panjang sekali, mungkin terpanjang di dunia, tentang kesehatan dan kebahagiaan. Penelitian ini sudah dilakukan sejak tahun 1930an dan masih berjalan sampai sekarang ini. Namanya The Harvard Study of Adult Development.

Studi ini mengamati dan mengikuti perjalanan hidup 724 anak muda dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial sejak tahun 1938. Sebanyak 268 dari mereka merupakan mahasiswa tingkat 2 dari Harvard University. Sisanya, 456 adalah anak-anak dari lingkungan miskin di kota Boston. Berbagai aspek kehidupan mereka diteliti. Secara berkala ke 724 orang ini dikirimkan questionnaire, ada juga sesi interview, rekam medis mereka diamati, mereka menjalani pemeriksaan darah di laboratorium, para peneliti juga men-scan otak mereka, bahkan menginterview anggota keluarga mereka.

Saat ini, 60 dari 724 peserta studi itu masih hidup, 20 dari group mahasiswa Harvard, dan 40 adalah yang dulunya anak-anak dari lingkungan miskin di kota Boston . Mereka sudah berusia 90 tahunan sekarang. Tetap sehat, dan bahagia. Studi ini sekarang juga meneliti sekitar 2,000 anak-anak dari 724 peserta asli studi ini.

Dari ke 724 peserta penelitian ini, ada yang kemudian hidupnya sukses, ada yang menjadi pengusaha sukses, pengacara, bahkan presiden AS (presiden John F. Kennedy adalah salah satu dari ke 724 peserta tersebut). Tapi ada juga yang hidupnya tidak bahagia, jadi pemabuk, dan pengangguran. Di masa tua mereka, ada yang masih bugar dengan daya ingat yang baik, tapi ada juga yang sakit-sakitan dan mengalami penurunan daya ingat yang cepat.

Lalu, melihat kepada mereka-mereka yang hidupnya sehat, bahagia dan yang usianya panjang, apa rahasianya? Ternyata bukan makanan atau minuman sehat. Bukan juga olahraga yg teratur atau yg tepat. Bukan juga kekayaan yang membuat anda bisa membeli obat mahal, ke dokter yang hebat atau RS yang mahal. Bukan pula keturunan dari orang-orang yang panjang usianya. Mereka sehat dan panjang usianya karena memiliki relationships yang bagus. Good relationships keep us healthier and happier.

Studi Harvard ini telah menemukan ada 3 hal penting dalam relationship:

• Social connection itu penting dan kesepian itu bisa membunuh. Orang-orang yang memiliki hubungan yang baik dengan pasangan, keluarga, sahabat hidupnya ternyata lebih bahagia, tubuhnya lebih sehat, dan usianya lebih panjang.

• Bukan jumlah teman atau keluarga yang anda miliki yang penting. Kualitas hubungan yang lebih penting.

• Hubungan yang baik tidak hanya melindungi tubuh kita, tapi juga otak kita. Orang-orang yang hubungannya baik, terbukti memiliki daya ingat yang lebih baik dari mereka yang hubungannya tidak terlalu baik.

Relationships yang baik menciptakan stimulasi mental dan emosional, yang merupakan mood booster, Itu kata-kata Dr. Waldinger, direktur keempat dari penelitian itu. Makanya tidak salah kalau kita dianjurkan untuk fokus pada hubungan yang positif dan melepaskan orang-orang negatif (toxic people) dalam hidup kita, atau setidaknya meminimalkan interaksi kita dengan mereka. Tingkatkan kualitas, bukan kuantitas, dan pelihara hubungan itu.

Lalu apa kata neuroscience tentang ini?

Ada penelitian yang dilakukan oleh Martin Seligman. Martin Seligman menyebut apa saja yang paling menumbuhkan Positivity (yang oleh studi Harvard tadi disebutkan sebagai kesehatan dan kebahagiaan). Kegiatan meditasi adalah yang utama, practicing gratitude juga. Tapi ada yang juga penting, yaitu relationships. Nah, sama khan. Relationship juga.

Seperti sudah sering saya kemukakan di berbagai tulisan lain, bahwa meditasi memperbaiki fungsi otak, meningkatkan kesehatan tubuh, dan memperbaiki perilaku. Bersyukur juga.

Mereka yang rajin bermeditasi dan bersyukur bisa memiliki kecenderungan untuk berperilaku yang baik terhadap orang lain. Itu artinya ia bisa memiliki relationships yang baik pada siapa pun, terutama pasangannya, istri atau suami, anak, orangtuanya, tetangga, teman, komunitas, dan seterusnya.

Jadi, praktisnya begini: Kita rajin bermeditasi serta tidak lupa mengucap syukur. Kalau kita rutin melakukan ini, maka positivity kita akan meningkat. Orang yang memiliki positivity yang tinggi akan cenderung berbuat kebajikan. Dengan sendirinya hubungannya dengan orang-orang disekitarnya juga menjadi lebih baik. Tubuhnya juga lebih sehat, immune systemnya juga lebih baik. Orang-orang seperti ini hidupnya dalam jangka panjang akan lebih sehat dan bahagia.

Pertanyaan untuk menutup pembahasan kali ini:

Jika Anda ingin berinvestasi untuk “kehidupan yang baik,” di mana Anda harus meletakkan waktu dan energi Anda? Kalau saya, saya akan berinvestasi dalam melakukan meditasi, bersyukur, dan memelihara hubungan yang baik dengan pasangan, anak, keluarga, teman dan komunitas saya. Saya tidak perlu menunggu kaya untuk investasi ini.

Dr. Robert Waldinger at his West Newton home with wife Jennifer Stone, directs the Harvard Study of Adult Development, the longest study of physical and mental well-being among adults. We interview him for a piece on the longevity of the study, which is part of the four-article Aging Series. Rose Lincoln/Harvard Staff Photographer

Tulisan lain mengenai Relationships:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *