Olahraga Menganugerahi Kita Endorphin dan Relationships

Dr. Robert Waldinger at his West Newton home with wife Jennifer Stone, directs the Harvard Study of Adult Development, the longest study of physical and mental well-being among adults. We interview him for a piece on the longevity of the study, which is part of the four-article Aging Series. Rose Lincoln/Harvard Staff Photographer

Harvard University melakukan penelitian yang berusia puluhan tahun dan masih berlangsung hingga saat ini. Penelitian ini bahkan melibatkan 3 generasi yang dimulai sekitar tahun 1930-an tentang apa yang membuat orang menjadi sehat dan panjang umur. Penelitian ini menemukan bahwa ternyata penyebab orang menjadi sehat dan berumur panjang bukan karena makanan sehat atau olahraga yang teratur.

Juga bukan kekayaan atau keturunan, tetapi karena memiliki relationships yang mendalam dan baik, terutama dengan pasangan hidup dan anggota keluarga yang lain, seperti anak atau orangtua. Mereka yang memiliki relationships yang mendalam dan baik ini, biasanya juga memiliki relationships yang bagus pula dengan orang-orang lain atau masyarakat.

Lalu mengapa kita membutuhkan olahraga, padahal penelitian menunjukkan yang kita butuhkan adalah membangun relationships yang baik untuk tetap sehat dan berumur panjang?

Tentu bagus, jika kita sudah memiliki relationships yang bagus. Namun akan lebih bagus lagi jika ditambah dengan olahraga, maka akan sempurna positivity yang kita miliki.

Mengapa? Salah satunya karena olahraga memicu keluarnya hormon endorphin yang menghasilkan positivity di otak kita. Sudah banyak penelitian yang mengungkap dan menjelaskan mengapa kita butuh endorphin yang cukup di otak kita. Selain itu, olahraga bisa berfungsi untuk membangun relationships dengan pasangan yang kita cintai atau anggota keluarga, atau juga dengan orang-orang lain.

Saat berolahraga, misalnya jogging, bersepeda, atau sekedar berjalan cepat di pagi hari bisa membuat kita berinteraksi dengan pasangan, anggota keluarga yang lain, tetangga, teman, atau orang lain. Jika kita melakukan interaksi ini dengan kesadaran untuk membangun relationships yang baik, maka aktivitas ini akan menghasilkan positivity yang kita butuhkan.

“The surprising finding is that our relationships and how happy we are in our relationships has a powerful influence on our health,” said Robert Waldinger, director of the study, a psychiatrist at Massachusetts General Hospital and a professor of psychiatry at Harvard Medical School. “Taking care of your body is important, but tending to your relationships is a form of self-care too. That, I think, is the revelation.”

M. Jojo Rahardjo


Tulisan lain seputar olahraga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *