Meditasi sekarang dipraktekkan oleh jutaan orang di seluruh dunia apa pun agamanya atau kepercayaannya. Mereka mempraktekkan meditasi menurut apa yang telah didefinisikan oleh neuroscience.

Meditasi dipraktekkan oleh tua dan muda, oleh mereka yang merasa punya masalah atau tidak, mereka yang sedang sakit atau sedang sehat, mereka yang sedang terkena kanker atau tidak, anak anak di sekolah, hingga mereka yang menginginkan prestasi tinggi atau yang lebih cemerlang.

Bahkan sekarang ada sebuah gerakan yang sedang trending, yaitu Action for Happiness. Gerakan ini ada websitenya, yaitu actionforhappiness.org.  Mereka yang terlibat dalam gerakan ini berasal dari seluruh penjuru dunia. Salah satu yang dianjurkan oleh gerakan ini adalah melakukan meditasi menurut neuroscience.

Untuk apa? Untuk memperoleh Happiness, atau kebahagiaan.   Neuroscience menyebutnya positivity. Jadi, meditasi ini untuk memperoleh positivity.

Menurut penelitian neuroscience praktek meditasi memengaruhi kondisi otak kita menjadi lebih positif yang kemudian mempengaruhi juga secara positif: kesehatan, kejiwaan, kecerdasan dan kecenderungan kita.

Meditasi memperbaiki konsentrasi, sehingga kita bisa menghasilkan karya atau kerja yang lebih baik. Meditasi membuat kita lebih tenang, bahkan lebih pro perdamaian (tak suka konflik). Meditasi juga memperbaiki immune system, sehingga kesehatan kita menjadi lebih baik secara umum.

Meditasi juga sangat dianjurkan bagi penderita kanker, karena bisa memperbaiki mood dan mengurangi rasa sakit. Kita tentu tahu bagaimana penderitaan mereka yang terkena kanker meliputi juga kecemasan tentang apa yang akan terjadi nanti.

Meditasi tentu bukan berarti dapat menyembuhkan kanker, tapi penderita kanker mengalami beberapa ketidaknyamanan yang bisa dikurangi oleh meditasi.

Lalu sekarang, bagaimana cara melakukan meditasi menurut neuroscience?

Hanya ini: Tarik nafas dan hembuskan nafas. Itu saja!

Namun tentu sambil fokus memperhatikan tarikan atau hembusan nafas itu. Rasakan udara masuk ke dalam dada dan keluar. Supaya lebih mudah fokus, maka pilih tempat yang tenang dan nyaman. Apakah harus duduk bersila? Tentu tidak. Meditasi dapat dilakukan dalam posisi apa pun.

Bahkan sambil berjalan. Satu tarikan nafas atau dua, itu pun bagus. Apalagi jika sampai sepuluh atau lebih. Satu menit itu bagus, apalagi jika sampai sepuluh menit atau lebih.

Ingat, kita tak selalu bisa fokus pada tarikan dan hembusan nafas itu sepanjang waktu. Tak apa apa.

Jika saat bermeditasi pikiran kita  melayang ke soal lain, maka coba kembali untuk fokus ke tarikan dan hembusan nafas lagi. Begitu terus dan berkali-kali, karena itu wajar.

Jika anda merasa meditasi anda buruk, itu lebih baik daripada tidak meditasi sama sekali.

M. Jojo Rahardjo


Tulisan lain mengenai meditasi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *