Pengalaman Saya: Vaksinasi di Istora Senayan

Antrian berdiri yang panjang. Lihat jam di kanan bawah.
Kasihan lansia, karena harus berdiri mengantri.
Karena jumlah kursi terbatas, maka tak semua lansia yang antri bisa duduk. Tiap beberapa menit, beberapa puluh orang maju ke tempat pendaftaran dan yang di belakang maju ke depan untuk menempati kursi yang kosong. Begitu seterusnya. Pendamping lansia yang memiliki keterbatasan tentu dibutuhkan di sini.
Lahir di tahun 1962 tentu tak harus berpenampilan seperti lansia, bukan?
Ini ruang tunggu yang digunakan juga untuk mengisi formulir. Siapkan pulpen dari rumah, karena banyak yang enggan untuk meminjamkan pulpennya di masa pandemi ini.
Ini daftar pertanyaan yang harus dijawab di formulir.
Ini halaman depan formulir.
Setelah diinterview sedikit tempat berbeda, maka masuklah ke ruang vaksinasi. Lihat jam di kanan bawah. Setelah vaksinasi ini kita belum boleh pulang, karena harus menunggu barangkali ada gejala yang tak diinginkan. Oleh karena itu kita harus masuk ke ruang observasi dulu. Jika setelah 20 menit baik-baik saja, maka kita boleh pulang.
Ini sebelum vaksinasi, yaitu mengukur tekanan darah. Usahakan tenang agar tekanan darah tidak menaik, karena kalo tinggi, maka akan diminta untuk menunggu hingga tekanan darahnya normal. Tarik nafas agak dalam 10 kali sambil merasakan udara yang masuk dan keluar. Itu salah satu cara untuk menormalkan tekanan darah. Lakukan berkali-kali juga gak apa-apa.
Ini sebelum mengukur tekanan darah.
Nah ini saat divaksin. Tak terasa jarum menusuk masuk hingga di jaringan otot tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *