BAGAIMANA OLAHRAGA MENGUBAH HIDUP ANDA MENJADI LEBIH BAIK

Tulisan ini tentu bukan tentang demam bersepeda yang marak karena pandemi COVID-19. Juga bukan tentang ulah ugal-ugalan pesepeda yang bersepeda di Tol atau di tengah jalan raya. Tulisan ini tentang pentingnya olahraga di masa pandemi COVID-19 atau di masa normal nanti.

Penelitian sepanjang 70 tahun, The Harvard Study of Adult Development menyimpulkan: Relationships adalah faktor yang paling menentukan untuk mendapatkan umur panjang.

Itu artinya: untuk memiliki tubuh yang lebih sehat harus memiliki relationships yang baik dengan pasangan, keluarga, saudara, teman, tetangga, atau masyarakat.

Sejalan dengan penelitian di atas, World Happiness Report yang diterbitkan oleh PBB tiap tahun mengukur 6 aspek dari warga tiap negeri. Social Support adalah satu yang diukur untuk menentukan ranking sebuah negeri. Social Support bisa terbangun salah satunya karena adanya relationships yang baik di antara warga sebuah negeri.

Olahraga tidak disebut oleh penelitian Harvard di atas sebagai penentu utama untuk membangun tubuh yang sehat dan umur panjang. Namun olahraga bisa bermanfaat untuk yang berikut:

  1. Membantu kita membangun relationships yang baik dengan pasangan, keluarga, saudara, teman, tetangga, atau masyarakat. Itu karena olahraga kerap disertai dengan interaksi dengan orang lain.
  2. Olahraga juga bisa kita gunakan untuk melatih disiplin, seperti bangun tiap pagi pada jam yang ditentukan. Membangun disiplin juga baik untuk mendapatkan positivity di otak.
  3. Olahraga juga bisa kita gunakan untuk mengejar target yang sudah kita tetapkan. Martin Seligman seorang pionir neuroscience menyebut kita membutuhkan Achievement sekecil apa pun itu untuk mendapatkan positivity di otak. Menentukan target dalam olahraga bisa membantu kita untuk memperoleh Achievement kecil namun sering.
  4. Olahraga memboost keluarnya endorphins dan dopamine (positive brain hormones) di otak yang kita perlukan agar otak mendapatkan positivity.
  5. Olahraga juga bisa membantu kita fokus pada satu hal saja, misalnya fokus pada kayuhan pedal sepeda, atau fokus pada tarikan dan hembusan nafas saat bersepeda. Aktivitas ini dalam neuroscience bisa disebut mendekati aktivitas meditasi. Sebagaimana kita tahu, meditasi adalah aktivitas terbaik untuk menghasilkan positivity di otak.

AZRUL ANANDA TENTANG MEDITASI DALAM BERSEPEDA

Azrul Ananda, namanya tak asing bagi para penggila ‘bersepeda menanjak gunung’ di Indonesia. Jika kita Googling, maka namanya akan dikaitkan dengan sejumlah prestasi besar di dalam dan luar negeri.

Dalam video wawancara Dahlan Iskan (9 Juli 2020, DI’s Way Channel), baru-baru ini ia menjelaskan adanya unsur meditasi saat sedang bersepeda menanjak berjam-jam di beberapa gunung tinggi di Indonesia, seperti Bromo.

Olahraga (misalnya bersepeda) disebut dalam beberapa penelitian bukan satu aktivitas yang paling membuat kita lebih sehat atau berumur lebih panjang.

Satu studi di Harvard sejak tahun 30an yang masih berlansung hingga sekarang menyebut, bahwa memiliki relationships yang bagus dengan orang-orang dekat dan di sekitar kita yang paling membuat kita sehat dan berumur panjang.

Lalu, itu bukan berarti olahraga boleh kita tinggalkan. Azrul Ananda menyebut satu alasan mengapa olahraga bisa membuat kita menjadi lebih sehat dan lebih berumur panjang, yaitu kegiatan meditasi yang tak sengaja saat kita bersepeda itu.

Meditasi sebagaimana yang sudah didefinisikan oleh para ahli neuroscience adalah kegiatan untuk fokus pada satu hal saja. Misalnya fokus pada tarikan dan hembusan nafas kita saja. Itu bisa kita lakukan pada saat duduk, berdiri, berjalan, atau kegiatan lainnya (lihat tulisan kami yang lain tentang meditasi).

Jadi, meditasi bukan lagi kegiatan yang dikaitkan dengan keyakinan atau agama tertentu, namun meditasi sudah dirumuskan menjadi meditasi sekuler, atau sering juga disebut dengan mindfulness meditation.

Berbagai riset menunjukkan meditasi menghasilkan adanya perubahan besar di otak yang sangat kita butuhkan untuk kegiatan lain sehari-hari, seperti belajar, bekerja, berprestasi, berkreasi, berinovasi, berhubungan dengan orang lain, untuk mendapatkan tubuh yang sehat, dan untuk menjadi lebih cenderung pada kebajikan (lebih spiritual).

Azrul Ananda dalam video ini menjelaskan dengan detil bagaimana mereka yang sedang bersepeda menanjak di gunung melakukan kegiatan meditasi tanpa sengaja, yaitu fokus pada satu hal saja, misalnya hembusan nafasnya. Kadang, fokus pada satu bagian kaki yang merasakan sakit.

Kadang pada bagian tubuh yang lain. Hebatnya dari olahraga bersepeda menanjak di gunung ini bisa dilakukan berjam-jam. Artinya mereka tak sengaja menjalani aktivitas meditasi mungkin selama berjam-jam. Mereka yang menyukai olahraga yang “menyiksa” ini disebut Azrul memiliki hidup yang “sukses”.

Olahraga tidak hanya memiliki unsur meditasi di dalamnya, tetapi juga memiliki unsur menyehatkan lainnya, yaitu keluarnya hormon endorphins dan dopamine.

Sebagaimana kita tahu hormon itu amat baik bagi otak agar berfungsi lebih maksimal. Jadi tak mengherankan jika mereka yang sudah pernah menjalani olahraga dengan kondisi seperti itu akan selalu ketagihan untuk mengulanginya terus.

Masih banyak keuntungan lain dari olahraga, seperti berlatih untuk terus memiliki disiplin setiap hari, membakar kalori berlebih, dan berinteraksi dengan orang lain (membangun relationships), dan lain-lain.

Namun yang paling tinggi nilai keuntungan dari olahraga adalah apa yang sudah dijelaskan oleh Azrul Ananda dalam video yang disebut di atas.


Tulisan lain tentang olahraga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *