BERSYUKUR ITU TERNYATA ILMIAH

Gratitude helps you fall in love with the life you already have.

Mengucap syukur membuatmu jatuh cinta kepada kehidupan yang kau miliki.

Indah ya. Mengucap syukur atas apa yang kita punya, atas apa yang terjadi di dalam kehidupan kita, apapun itu.

Saya jadi teringat pada ajaran Ibu saya sejak saya kecil dulu. Beliau bilang, saya harus belajar untuk bersyukur dalam segala hal, susah atau senang. Karena, Tuhan senang anak yang tahu bersyukur.

Setelah agak besar, Ibu saya menambahkan, kalau kita terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal kecil yang Tuhan ijinkan terjadi di kehidupan kita, bayangkan bagaimana ungkapan syukur kita atas anugerah besar yang diberikan kepada kita.

Bersyukur adalah sebuah bentuk penghargaan atas apa yang bermakna bagi Anda. Tentunya kita tidak perlu membahas apa yang bermakna bagi seseorang karena itu sangat-sangat relatif.

Tapi tahukah Anda bahwa bersyukur itu telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan fungsi otak dan kehidupan Anda?

Ada banyak bukti ilmiah aktual yang menunjukan bagaimana rasa syukur dapat mengubah otak Anda, membuat Anda lebih bahagia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih produktif, dan meningkatkan hubungan Anda.

Salah satunya, Dr. Emiliana Simon-Thomas, Ph.D, Science Director di UC Berkeley’s Greater Good Science Center yang mengatakan “Dalam studi, setelah delapan minggu latihan, scan otak terhadap individu yang berlatih bersyukur memiliki struktur otak yang lebih kuat untuk kognisi dan empati sosial, serta bagian otak yang memproses reward”. Emiliana adalah seorang leading expert dalam neuroscience dan psikologi mengenai compassion, kindness, gratitude, dan “pro-social” skills lainnya.

Ingin tahu apa yang terjadi di otak kita ketika kita bersyukur? Atau seperti apa otak orang yang terbiasa mengucap syukur? Apakah ada perbedaan dengan otak orang yang sering bersungut-sungut?

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Institutes of Health di AS menemukan bahwa ketika Anda mengungkapkan kebaikan atau merasa bersyukur, hipotalamus membanjiri otak Anda dengan dopamin. Ini memotivasi Anda untuk berbuat baik dan mengungkapkan rasa terima kasih lebih banyak lagi.

Hipotalamus adalah bagian dari otak yang mengeluarkan bahan kimiawi berupa hormon yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengendalikan organ dan sel-sel tubuh.

Fungsi hipotalamus yang paling utama adalah homeostasis, yaitu memastikan dan mempertahankan semua sistem tubuh berjalan stabil. Jika fungsi hipotalamus mengalami gangguan, maka keseimbangan hormon dalam tubuh secara keseluruhan akan terpengaruh.

Ayo yuk kita lihat satu-satu.

  1. DOPAMIN YANG MENINGKAT

Penelitian yang yg berjudul Neural Basis of Human Social Values: Evidence from Functional MRI telah menemukan bahwa ketika kita mengucapkan terima kasih, otak melepaskan gelombang dopamin, neurotransmitter yang memainkan peran penting dalam banyak fungsi vital, termasuk kesenangan, penghargaan, motivasi, perhatian, dan gerakan tubuh.

Gelombang dopamin ini memberi Anda perasaan seperti melayang, menciptakan perasaan menyenangkan yang memotivasi Anda untuk mengulangi perilaku tertentu, termasuk mengungkapkan rasa terima kasih lebih banyak lagi.

Singkatnya, dopamin ini membantu Anda merasa baik — dan penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda merasa baik, Anda lebih mungkin menyebarkan kepositifan Anda kepada orang-orang di sekitar Anda.

  1. PRODUKSI SEROTONIN YANG MENINGKAT

Selain meningkatkan dopamin, mengucap syukur juga dikaitkan dengan peningkatan produksi serotonin. Ini yang ditulis oleh Alex Korb dalam bukunya, The Upward Spiral: Using Neuroscience to Reverse the Course of Depression, One Small Change at a Time.

Serotonin sering disebut bahan kimia kebahagiaan karena berkontribusi terhadap perasaan kesejahteraan, menstabilkan suasana hati kita, dan membantu kita merasa lebih rileks. Menurut Korb, tindakan sederhana seperti bersyukur meningkatkan produksi serotonin di anterior cingulate cortex.

  1. AKTIVITAS YANG MENINGKAT DI MEDIAL PREFRONTAL CORTEX

Medial Prefrontal Cortex adalah area otak manusia yang terkait dengan belajar dan membuat keputusan.Dalam satu penelitian, scan fMRI dilakukan terhadap dua kelompok:

*yang pertama diarahkan untuk mengingat waktu baru-baru ini mereka merasa sangat bersyukur dan memutarnya kembali dalam pikiran mereka,

*sementara kelompok kedua mengucapkan terima kasih seolah-olah direkam untuk dibagikan kepada orang yang mereka ungkapkan.

Scan menunjukkan bahwa ada lonjakan aktivitas di daerah medial prefrontal cortex otak kelompok kedua ketika subjek menyatakan rasa terima kasihnya. Ini berbeda dari aktivitas otak kelompok pertama yang merasa bersyukur tetapi tidak mengungkapkannya. Manfaat bagi prefrontal cortex bukan hanya dari bersyukur, tetapi dari mengungkapkannya.

Penelitian oleh John Templeton Foundation menemukan bahwa ada kesenjangan besar antara perasaan berterima kasih yang dilaporkan orang Amerika dan ekspresi terima kasih mereka.

Menurut penelitian tersebut, 90 persen orang Amerika mengatakan mereka merasa bersyukur atas keluarga mereka, namun hanya 52 persen wanita dan 44 persen pria yang menyatakan terima kasih secara teratur.

Beberapa kemungkinan untuk kesenjangan ini termasuk ketakutan bahwa mengungkapkan rasa terima kasih dapat menyiratkan kelemahan atau bahwa mereka berhutang sesuatu terhadap orang yang telah berjasa kepada mereka.

Tapi, mengingat manfaat dari mengungkapkan rasa terima kasih, ada baiknya kita berupaya untuk mengatasi ketakutan yang mungkin kita miliki tentang menunjukkan penghargaan kita, di rumah, dalam situasi sosial, dan di tempat kerja.

  1. AKTIVASI DAERAH ALTRUISME DAN BAGIAN SISTEM REWARD

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa berlatih bersyukur mengaktifkan bagian ventromedial prefrontal cortex (VMPFC) —terkait dengan apa yang para peneliti gambarkan sebagai altruisme murni saraf, yang pada dasarnya berarti otak Anda sangat membutuhkan pengalaman memberi. Altruisme murni menyiratkan bahwa yang melihatnya sama sekali tidak mementingkan diri sendiri, tidak memiliki keinginan untuk keuntungan mereka sendiri

Dalam studi tersebut, dua kelompok peserta diminta untuk menulis dalam jurnal setiap hari selama tiga minggu.

*Kelompok pertama diberi dorongan umum yang tidak terkait dengan rasa terima kasih,

*sedangkan kelompok kedua diminta untuk menulis tentang pengalaman rasa terima kasih dan hal-hal yang mereka syukuri.

Ketika scan fMRI dari kedua kelompok dibandingkan, hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang berfokus pada rasa terima kasih memiliki aktivasi VMPFC yang lebih besar dan altruisme murni saraf.

Para peneliti menyimpulkan bahwa “rasa terima kasih membiaskan sistem penghargaan otak terhadap reward untuk orang lain versus diri sendiri.” Dengan memberi, Anda menjadi lebih cenderung ingin terhubung dengan orang lain dengan memberi lagi di masa depan. Syukur tampaknya benar-benar untuk kebaikan yang lebih besar.

Sekarang kita tahu, apa yang terjadi di otak kita ketika kita bersyukur dan mengungkapkan rasa syukur kita.

Satu hal lagi, ada banyak bukti ilmiah aktual yang menunjukan bagaimana rasa syukur tidak hanya dapat mengubah otak Anda dan membuat Anda lebih bahagia, tetapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih produktif, dan meningkatkan kualitas relationships Anda.

LALU BAGAIMANA CARANYA UNTUK MENGUNGKAPKAN SYUKUR?

Mengingat manfaatnya untuk otak dan kesehatan Anda, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk fokus pada menumbuhkan hal baik ini dalam hidup Anda.

Coba praktikkan hal-hal berikut ini:

1.Buat jurnal rasa terima kasih. Ini yang saya paling suka. Simpanlah sebuah buku kecil di meja samping tempat tidur Anda dan setiap malam tulis tiga hal yang Anda syukuri hari itu. Anda juga bisa menyimpan satu di laci meja di tempat kerja untuk awal yang positif hari Anda. Bagi yang lebih suka menuliskannya di laptop atau handphone, silakan saja. Yang nyaman untuk Anda saja.

2.Beri tahu karyawan atau teman sesuatu yang Anda hargai dari mereka.

3.Tulis surat ucapan terima kasih kepada orang yang berjasa bagi Anda. Mereka bisa masih hidup atau tidak lagi hidup. Tulis surat, lebih disukai dengan tangan di atas kertas yang bagus, jelaskan apa yang mereka lakukan, bagaimana hal itu memengaruhi Anda, bagaimana perasaan Anda, dan mengapa itu tetap penting bagi Anda. Anda dapat menyimpan atau mengirimnya.

4.Lihatlah diri Anda di cermin dan pikirkan sesuatu yang Anda sukai tentang diri Anda. Diucapkan apa lagi. Lebih baik lagi.

5.Duduk di tempat yang tenang dan pikirkan kapan sesuatu berjalan dengan baik. Bagaimana rasanya? Latihlah perasaan itu setiap hari selama seminggu.

6.Coba ingat hal buruk yang pernah terjadi pada Anda, dan ingat 5 hal baik yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk tersebut. Susah ya? Tapi pasti ada.

7.Setelah ini, ketika Anda akan meeting di kantor, mulailah pertemuan bisnis dengan refleksi satu kalimat “What went well? Apa yang berjalan dengan baik?”. Ketika Anda mendukung tim Anda dengan meninjau serta menghargai pencapaian mereka baru-baru ini, itu membuat Anda terhubung dengan tim Anda dan saya yakin, tim kalian akan terus maju dengan lebih solid.

Coba bayangkan anak kecil yang dulu diajarkan Ibunya untuk selalu mengucap syukur karena Tuhan senang anak yang tahu bersyukur. Anak itu sekarang tahu, bahwa selain menyenangkan Tuhan, mengucap syukur juga merubah otaknya dan membawa perubahan baik terhadap tubuh, pikiran, dan jiwanya. Saya harap Anda pun demikian.

Salam Positivity.

Desny Zacharias Rahardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *