“THE HAPPINESS ADVANTAGE”, BOOK REVIEW.

Siapa yang tidak ingin sukses dan bahagia? Semua orang pasti menginginkannya. Ketika berbicara mengenai usaha mencapai kesuksesan dan kebahagiaan, hampir semua orang mengacu kepada formula yang sama, kearifan konvensional yang sama: bahwa jika kita bekerja keras kita akan lebih sukses, dan jika kita lebih sukses, maka kita akan bahagia.

Bagaimana jika saya katakan bahwa formula tersebut sudah usang? Ada pengetahuan baru mengenai kebahagiaan. Apakah itu?

Pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi dari buku The Happiness Advantage karya Shawn Achor. Shawn Achor adalah seorang penulis, peneliti dan pembicara lulusan Harvard University, yang terkenal karena advokasinya dalam bidang positive psychology.

Shawn Achor telah menghabiskan lebih dari satu dekade meneliti hal ini. Penelitian dan studi kasusnya melibatkan ribuan eksekutif perusahaan Fortune 500, juga mahasiswa di Harvard. Menurut penelitian psikologi, otak yang positif memiliki keunggulan biologis dibanding otak yang netral apalagi yang negative atau stress. Achor menjelaskan bagaimana kita dapat memprogram ulang otak kita untuk menjadi lebih positif demi meningkatkan produktivitas dan kinerja kita. Ketika otak kita positif, kita menjadi lebih terlibat, kreatif, termotivasi, energik, ulet, dan produktif.

Ada 7 prinsip praktis yang dirumuskan dalam buku ini. Apa saja ketujuh prinsip praktis tersebut:

  1. The Happiness Advantage
    Success Follows Happiness. Sukses mengikuti kebahagiaan. Bukan sebaliknya.
  2. The Fulcrum and the Lever (titik tumpu dan tuas)
    Menurut prinsip ini, realitas adalah konstruksi mental. Prinsip ini mengajarkan kita bagaimana mengkonstruksikan cara berpikir kita sedemikian rupa sehingga memberi kita kemampuan untuk merasa terpenuhi dan sukses.
  3. The Tetris Effect.
    Latih otak anda untuk melihat yang baik. Ciptakan realita yang positif.
  4. Falling Up
    Memilih untuk melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk bertumbuh.
  5. Zorro Circle
    Fokus pada target2 kecil yang mampu dicapai. Analoginya: don’t write a book. Write a page. Tidaklah usah menulis buku dulu. Mulailah dengan menulis 1 halaman.
  6. The 20 Second Rule
    Otak kita berubah sebagai hasil dari seringnya latihan. 20 second rule mengajarkan kita cara mengganti kebiasaan buruk dengan yang baik. Kenali kebiasaan buruk itu, dan buatlah melakukannya menjadi sulit. Lama-kelamaan, kita tidak lagi ingin melakukan kebiasaan buruk tersebut. Sebaliknya, buat kebiasaan baik menjadi lebih mudah dilakukan. Hasilnya, otak terbiasa mengenali kebiasaan baik tersebut.
  7. Social Investment
    Social support is your greatest asset. Orang sukses tau bahwa investasi pada hubungannya dengan teman, rekan, dan keluarga mendorongnya lebih cepat maju.

Kita akan membahas ketujuh prinsip praktis tersebut secara lebih detail pada kesempatan yang lain.

Saya melihat ada beberapa big ideas dari buku yang bagus ini:

  1. Kita dapat menggunakan otak kita untuk merubah bagaimana kita melihat apa yang terjadi di sekitar kita, yang kemudian juga merubah reaksi kita.
  2. Secara konstan melatih otak kita untuk menscan hal yang positif pada akhirnya akan membuat kita mengalami kebahagiaan, gratitude, dan optimisme.
  3. Ketika kita merubah kegagalan menjadi kesempatan untuk bertumbuh, kesempatan kita untuk benar-benar merasakan pertumbuhan itu menjadi lebih besar.

90% dari kebahagiaan jangka panjangmu tidak ditentukan oleh hal2 di luar dirimu, melainkan dari bagaimana otakmu memproses hal2 tersebut. So, see it right, process it right. As simple as that.

Salam positivity. Saya Desny Zacharias Rahardjo untuk Membangun Positivity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *