“FLOURISH” by Martin Seligman – Book Review

Apa itu Human Flourishing dan apa yang memungkinkan kita untuk mewujudkannya?Itu yang mau dijelaskan oleh Martin Seligman di buku Flourish karyanya, yang akan kita bahas kali ini.

Martin Seligman adalah professor psikologi di University of Pennsylvania. Pernah menjabat sebagai Presiden American Psychological Association (APA) dan penulis banyak buku best seller tentang positivity seperti Authentic Happiness dan Learned Optimism.

Walaupun istilah Psikologi Positif itu sendiri diciptakan oleh Abraham Maslow, Martin Seligman dikenal sebagai the God Father-nya Psikologi Positif. Seligman adalah seorang strong advocate soal teorinya tentang well-being/kesejahteraan. Dia berpendapat bahwa psikologi bukan hanya studi tentang penyakit, kelemahan, masalah, dan kerusakan yang perlu dicari akarnya dan dipecahkan masalahnya, tetapi psikologi juga studi tentang kebahagiaan, kekuatan, dan kebajikan. Psikologi positif adalah perspektif ilmiah tentang bagaimana membuat hidup lebih berharga.

Di buku ini ia menjabarkan model well-being yang melampaui psikologi sebagai cara untuk meringankan penderitaan; dan sebaliknya, menggunakannya untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam bukunya ini Seligman menulis bahwa setiap elemen kesejahteraan itu harus memiliki tiga hal:

  1. Berkontribusi pada kesejahteraan.
  2. Semua elemen itu penting.
  3. Setiap elemen harus didefinisikan dan diukur secara independen dari elemen-elemen lainnya.

Dia mengungkapkan bahwa ada lima elemen untuk “kesejahteraan” yang dikenal dengan PERMA:

  1. POSITIVE EMOTION / Emosi positif
    Emosi positif adalah bagian penting dari kesejahteraan kita. Orang2 yang bahagia
    o melihat kembali ke masa lalu dengan suka cita,
    o melihat masa depan dengan penuh harapan,
    o dan mereka menikmati dan menghargai masa kini.
    Sebagian dari kemampuan kita untuk mengalami emosi positif itu genetik, diwariskan. Tapi kita semua memiliki kemampuan untuk mengasahnya.
  2. ENGAGEMENT / Keterlibatan
    Ketika kita fokus melakukan hal2 yang benar2 kita nikmati dan pedulikan, kita dapat mulai menikmati being in the moment dan memasuki keadaan yang dikenal sebagai “flow”. Keterlibatan penuh dalam suatu kegiatan mendukung anda untuk belajar, menciptakan, dan berkembang.
  3. RELATIONSHIP / Hubungan
    Semua orang membutuhkan seseorang.Hubungan yang positif dengan teman, keluarga, rekan kerja adalah elemen integral dari well-being. Sebagai makhluk sosial, kita perlu terhubung, merasakan kasih sayang, persahabatan dan cinta. Dan ini harus dipupuk dan dipelihara. Penelitian menunjukan bahwa orang yang memiliki hubungan yang baik cenderung lebih sehat dan optimistis menghadapi masa depan.
  4. MEANING / Makna
    Belonging to and serving something that is bigger than you are. Kita menjadi versi terbaik dari diri kita ketika kita mendedikasikan diri untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Bagi anda, ini bisa saja agama dan spiritualitas, community work, keluarga, politik, kegiatan amal, dll. Orang2 yang memiliki makna dan tujuan hidup mengatakan bahwa mereka merasa memiliki kehidupan yang baik dan kesehatan yang juga baik.
  5. ACCOMPLISHMENT / Prestasi/pencapaian
    Memiliki rasa pencapaian berarti bahwa anda telah bekerja keras untuk mencapai tujuan dan berhasil mencapainya. Setiap orang perlu merasakan kemenangan sekali2. Untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan, kita harus bisa melihat kembali kehidupan kita dengan rasa pencapaian. I did it. And I did it well.

Saya melihat ada 3 hal yang dapat dipelajari dari buku ini:

  1. Pelajaran 1: Jadikan PERMA model pilihan Anda jika Anda ingin menjalani kehidupan yang sehat dan bahagia.
  2. Pelajaran 2: Latihan psikologi positif tidak perlu rumit untuk memiliki efek mendalam. Contohnya:
    a. Latihan What Went Well
    b. The kindness Exercise
  3. Pelajaran 3: Success goes beyond intelligence. Ada yang lebih berpengaruh yaitu sifat/karakter. Karakter yang melihat what could go right instead of what could go wrong.

Pada akhirnya saya ingin sampaikan bahwa, kekayaan, kesuksesan, dan IQ tinggi bukanlah faktor utama yang membuat kita bahagia. Memiliki PERMA yang tadi dibahas adalah yang terpenting. Dengan mengeksplorasinya, kita dapat memberikan diri kita kesejahteraan yang layak kita dapatkan.

Tapi ada satu hal yang tidak secara explisit dituliskan di buku ini: Give Thanks! Bersyukur. Ini juga menurut saya penting. Orang yang tahu bersyukur, hidupnya lebih bahagia dan sejahtera.

Salam Positivity. Saya, Desny Zacharias Rahardjo untuk membangun positivity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *