Kegiatan Apa Yang Paling Menghasilkan Positivity di Otak? Meditasi.

Berbagai penelitian menunjukkan ‘transcendental meditation’ menurunkan hormon cortisol. Sebagaimana kita tahu cortisol dibutuhkan hanya saat tertentu (sebagai ‘flight atau fight response’), namun jika kita terlalu lama dibanjiri cortisol, maka kesehatan tubuh akan terganggu. Cortisol juga membuat otak tidak memiliki positivity (tidak berfungsi maksimal atau tidak cerdas, inovatif, kreatif, cenderung pada kebajikan, dan lain-lain). Cortisol dipicu oleh berbagai sebab yang terjadi setiap hari, misalnya karena tantangan hidup atau masalah hidup.

Untungnya neuroscience sudah merumuskan meditasi yang sekuler, yaitu meditasi yang hanya dengan cara memperhatikan tarikan dan hembusan nafas kita saja (untuk fokus pada 1 hal saja). Berbagai penelitian menunjukkan ‘spiritual meditation‘ atau ‘transcendatal meditation‘, termasuk juga ‘secular meditation‘ sama menghasilkan kondisi positif di otak.

Martin Seligman, seorang neuroscientist, menggolongkan meditasi ke dalam kegiatan spiritual yang menghasilkan positivity paling besar di otak (dibanding kegiatan lain untuk menghasilkan positivity). Kegiatan berdoa pada Tuhan atau yang semacam itu juga tergolong kegiatan spiritual.

M. Jojo Rahardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *