Bersyukur dan Hormon di Otak

Ada banyak cara untuk mendapatkan kebahagiaan atau positivity. Martin Seligman, pakar positive psychology, menyebutkan ada 5 aktivitas untuk mendapatkan positivity yang jika kita mengerjakan seluruh 5 aktivitas itu, maka kita akan disebut mendapatkan full life. Shawn Achor juga memiliki caranya sendiri. Namun keduanya sama-sama menganjurkan untuk melakukan satu aktivitas bersyukur untuk mendapatkan positivity. Apapun yang ada di sekeliling kita dapat kita syukuri.

Untuk betul-betul mensyukurinya, mereka menganjurkan untuk menuliskan apa yang kita syukuri itu. Dengan menuliskannya, kita bekerja keras untuk menggambarkan apa yang kita syukuri itu (dengan penghayatan), bukan dengan kalimat sederhana yang diucapkan, misalnya: Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan saya rumah tempat berteduh atau kalimat sederhana lainnya. Pakar positive psychology juga mendorong untuk melakukan aktivitas ‘berterimakasih’ secara lebih khusus kepada orang-orang tertentu yang berkaitan dengan hidup kita sehari-hari dan terutama orang-orang di tempat kerja kita.

Negarawan Romawi Marcus Tullius Cicero berkata: Tindakan bersyukur bukan hanya sumber kebajikan, tetapi juga sumber semua kebaikan hidup. Bersyukur membawa kasih, kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Di mana pun kita bertemu dengan orang-orang yang berhasil, maka kita melihatnya melakukan tindakan bersyukur. Plato juga mengatakan ini: “Ketika kita merasa berterima kasih, kita menjadi sangat baik, dan akhirnya menarik hal-hal yang sangat baik.”

Penelitian menunjukkan, bersyukur atau berterimakasih akan membuat otak kita melepaskan hormon kebahagian (positivity) seperti endorphin, oksitosin, dan asetilkolin, yaitu sekelompok hormon yang membuat kita menjadi senang, tenang, damai, bahagia. Semakin sering kita bersyukur atau berterimakasih, maka semakin sering dan banyak hormon kebahagian itu melimpah deras dalam tubuh kita. Artinya kita akan lebih lama memiliki positivity. Gejala yang dapat diukur dengan cara sederhana adalah denyut jantung berdetak lebih teratur, metabolisme tubuh lebih sempurna, otot lebih relaks, tenang, damai, tidur lebih lelap. Tentu hasil jangka panjangnya adalah tubuh yang jauh lebih sehat dan pencapaian yang lebih tinggi dalam goal, target kerja atau cita-cita hidup.

M. Jojo Rahardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *